PembayaranUntuk keterangan Lebih lanjut Bisa YM kita : wbokep ato dengan mengklik Hubungi kami Untuk Memberikan Sumbangan anda bisa melalui 2 cara diatas yaitu Liberty Reserve atau Transfer ke Rek BCA kami. a. Jika anda mempunyai acc Liberty Reserve anda bisa langsung mengirimkan donasinya langsung ke acc kami yaitu : U3391528 (Indoprogrammer Acc) b. Jika anda belum mempunyai acc liberty reserve anda bisa membelinya di http://www.greatachiever.com/buylr.html dan kirimkan funds nya kepada kami , pada LR acc tulis U3391528 dan LR name tulis Indoprogrammer Acc 2.Untuk transfer melalu bank silahkan hubungi kami. untuk rek bank niaga kami yaitu : no rek Niaga: 0190177414121 Nilai transfer donasi minimal bank adalah Rp.20 ribu 3. Setelah melakukan donasi Klik Disini, Untuk konfirmasi donasi anda, tulis nama user anda yang telah terdaftar, jika belum mendaftar, daftar terlebih dahulu, serta tulis juga besar donasi anda NB : DONASI INI DIPERLUKAN UNTUK DANA MEMPERPANJANG UMUR DARI SITUS 3GPBOKEP.NET INI, Partisipasi anda semua kami hargai sekali walaupun itu hanya $1.
TERIMA KASIH MANAJEMENT 3gpbokep.net Show Cam BugilArtikel
Oleh milenia Ditulis: 31 January 2008
Cetak
EmailNamaku Aldino, warga keturunan WNI Cina, aku mempunyai orang tua yang kaya raya, sehingga selepas kuliah aku langsung mendapat warisan salah satu perusahaan ayahku, apalagi aku anak tunggal. Pada umur 25 tahun, aku menikah dengan Nunik, adik kelasku di SMA yang sangat cantik. Waktu itu umur Nunik baru 22 tahun. Sebenarnya orang tuaku menentang pernikahan kami, karena dia anak orang miskin. Tetapi karena aku mencintainya, akhirnya mereka terpaksa menerima. Selama 5 tahun, keluargaku hidup bahagia tetapi kami belum juga dikaruniai anak. Hingga suatu saat, ayahku sakit dan aku dipanggilnya. “Aldi, ayah sudah tua tapi ada satu hal yang membuat ayah merasa kalau hidup ini belum lengkap. Ayah mengharapkan punya cucu dari kamu, kapan kamu punya anak? Cobalah periksa ke dokter, kalau memang isteri kamu mandul, ceraikan saja, kamu menikah lagi, toh kamu masih muda.” kata ayahku. Setelah hari itu, aku bersama isteriku ke dokter. Hasilnya bukan isteriku yang mandul, tetapi mungkin justru aku yang mandul. Hari-hari kulalui dengan merenung, tekanan dari orang tua terus kuterima. Mereka masih beranggapan isteriku pembawa sial dan mandul, padahal aku sangat mencintai isteriku. Pada suatu hari, aku bertemu Joni Hasan, teman akrabku sewaktu di SMA yang keturunan Arab. Penampilannya masih belum berubah, rambut keriting, kulit hitam dan selalu memakai kaca mata. Pertemuan itu sedikit menghiburku, karena aku bisa curhat dan konsultasi kepadanya. “Wah, nasibmu memang Kurang beruntung, walau kamu kaya tapi kurang bahagia, aku saja sudah punya 3 anak, dan yang besar sudah kelas 2 SD.” katanya. Setelah pertemuan dengan temanku itu, aku kembali bertemu ayah. “Al, aku sudah punya pilihan buat calon isterimu. Watik, anaknya mang Husni, akan kukawinkan dengan kamu kalau sampai 6 bulan ini kamu ngga ada tanda-tanda punya anak.” ancam ayahku. Malamnya pikiranku sangat kacau, isteriku hanya pasrah kalau memang dia harus dicerai, saat lagi stres aku dan isteriku nonton VCD porno. Siapa tahu ada teknik yang baru, pikirku. Ceritanya tentang orang yang punya hutang dibayar dengan tubuh isterinya. Tiba-tiba aku punya ide, aku ingin bantuan orang lain menghamili isteriku. Yang ada dalam benakku saat itu adalah Joni. Lalu kuutarakan pada isteriku. “Gila, kamu mas, mending ceraikan aku saja.” kata isteriku. Aku tetap berusaha, hingga akhirnya aku mendapatkan akal dan kurundingkan dengan Joni. Kesannya memang setengah perkosaan. Hari itu aku menelpon Joni agar datang jam 8 malam ke rumahku saat aku tidak ada. Joni kuminta menggantikan peranku sebagai suami dari isteriku. Jam 7 malam, setelah makan, aku memberi minum kepada isteriku yang sudah kuberi obat perangsang. Setelah itu, biasanya aku mencumbunya dan kami siap untuk bermain cinta. Akhirnya, setelah setengah jam pemanasan, isteriku nampak terangsang berat dan tidak dapat mengendalikan birahinya. Dari bawah dasternya, kumasukkan tanganku ke dalam celana dalamnya yang sudah sangat basah. “Ouuhh, teruus mas.” isteriku terus mengerang. Buah dadanya yang tanpa BH terasa semakin membulat di dadaku. Tanganku yang satu meremas buah dadanya. “Aaah.. enghh.. yaahh.. masukkan saja kontolmu mas, aku ngga tahan..” Lalu kubuka dasternya. Tubuh isteriku memang indah sekali, tinggi 165 cm, kulit putih mulus dan wajahnya mirip Dina Lorenza. Penampilannya sangat menggairahkan, siapa pun pasti tidak menolak saat disuguhi tubuh yang montok ini. Saat kupelorotkan celana dalamnya, tiba-tiba ada telpon yang memang sudah masuk dalam skenarioku, karena Joni kusuruh menelpon kalau sudah sampai di depan rumahku. Kepada isteriku aku membuat alasan seolah-olah ayahku menelpon dan aku disuruh ke rumahnya malam ini. Tampak sekali wajah yang kecewa pada wajah manis isteriku. Sebelum kutinggalkan isteriku, aku sempat melihat isteriku bermain sendiri dengan tangannya, lalu aku keluar dan bertemu Joni di luar. “Kamu masuk saja, nanti alasan nyari aku, udah ya, aku nunggu di luar dulu.” pesanku pada Joni. Lalu Joni mengetuk pintu. Setelah itu tampak isteriku membukakan pintu. Isteriku keluar dengan memakai daster tipis yang dari luar terlihat belum sempat memakai pakain dalamnya. “Aku mau ada janjian dengan suamimu malam ini.” kata Joni. “Dia pergi ke rumah bapak. Ngga tahu pulang jam berapa, biasanya cuman satu jam, rumahnya dekat kok.” kata isteriku. “Kalau gitu, aku nunggu di sini saja, ya?” “Yahh.. silakan duduk! Mau minum?” “Boleh,” kata Joni dengan matanya terus mengawasi buah dada isteriku yang naik turun dan memperlihatkan dua titik hitam menerawang di balik daster putih tipisnya. Setelah membuat minum, isteriku keluar lagi dan menemani Joni mengobrol. “Wajah Kamu kelihatan memerah dan berkeringat, kamu sakit ya?” tanya Joni basa-basi, padahal isteriku baru saja horny. “Ahh, ngga, tadi baru saja olah raga.” kata isteriku berbohong. “Nunik, kamu kelihatan cantik lho, kalau penampilan kamu gini.” “Kamu, bisa aja, isteri teman di rayu.” “Benar lho, bahkan ngga cuman cantik, tapi juga seksi dan jujur saja saat ini aku terangsang sama kamu.” kata Joni to the point (langsung pada inti permasalahan). “Kamu jangan macem-macem yah, nanti suamiku datang bisa berabe!” Lalu Joni duduk di sebelah Nunik. Nunik agak menggeser duduknya. Dari balik jendela luar, aku terus mengintip dan mengawasi gerak-gerik mereka. “Nik kita ada waktu satu jam, ngga ada siapa-siapa di rumah ini selain kita berdua, boleh dong aku menikmati tubuhmu?” Joni terus merayu. “Ingat Jon, aku isteri sahabatmu, kalau kamu lancang, aku teriak lho!” tapi Nunik kelihatan berdebar saat Joni meremas tangannya. “Santai saja sayang, kamu kan belum pernah merasakan kontol Arab. Kau lihat punyaku ini!” Memang Joni sudah membuka restlutingnya dan kepala kejantanannya berusaha keluar. Isteriku sempat tertegun. Dalam hati pasti dia mengukur. Wah, paling tidak panjangnya 18 cm. Dengan tidak sabar, Joni memagut bibir isteriku dan tangannya terus meremas buah dada isteriku. Isteriku berusaha meronta tetapi tenaga Joni lebih kuat. “Jangan Jon, aku isteri yang setia.” kata isteriku. Lalu saat tangannya berhasil lepas, dia menampar muka Joni. Joni semakin beringas, dia lalu menarik tubuh isteriku dan dimasukkannya ke dalam kamar. Kemudian pintu kamar ditutup dan dikunci. Aku pun kemudian pindah mengintip dari lubang ventiasi jendela kamar. Dari luar kulihat Joni menanggalkan semua pakainnya dan batang kemaluan hitam yang panjang dan besar itu mulai berdiri dan memang lebih panjang dari punyaku. “Sekarang kamu boleh teriak karena ngga ada yang dengar.” “Kumohon, jangan Jon, pergilah!” Lalu dengan kasar, Joni merobek kancing daster istriku dan terbukalah buah dadanya yang kuning ranum dengan rakus diremas dan putingnya dipilin. Tampak istriku memejamkan mata, dia berusaha menolak tetapi rangsangan obat yang kuberikan masih mempengaruhinya, karena dosisnya memang kuberikan dobel. “Ouuhh, jangan Jon, lepaskan aku..” erangan isteriku kelihatan berubah, “Aaah, tidak..” Lalu Joni menarik daster istriku ke bawah, maka kelihatan isteriku dan Joni sama-sama bugil.Tangan Joni segera merayap ke selangkangan Nunik. Ditusuknya kemaluan isteriku dengan jarinya yang sekali-kali diremas dan ditusuk-tusukkan. “Aaahh, ouu, Jon,” tampak mulut isteriku terus mendesah dan merintih menikmati rangsangan yang diberikan Joni. Sekarang tidak ada perlawanan lagi, bahkan justru tangan isteriku segera menangkap batang kemaluan Joni dan diremasnya. Tanpa sadar isteriku membisik, “Ouuh, Jon, puaskan aku..” Lalu Joni menghentikan aksi tangannya. Isteriku dibaringkannya di kasur, kakinya yang berjuntai di lantai dibuka lebar, nampak liang kemaluan isteriku yang merah kecoklatan berkilat karena banyaknya cairan yang keluar. Dengan tanggap, Joni menjilati kemaluan isteriku di daerah clirotisnya. Dijilatinya terus dengan penuh nafsu. “Enghh, yaakk terus sayaang, ouh, ahh, puaskan aku,” isteriku terus merintih semakin lama rintihannya semakin keras, aku sampai jelas mendengarnya dari luar. “Aaahh, Joon, cukup, tusuk aku dengan punyamu sayang, pinta Nunik.” Aku sendiri sudah mengocok kemaluanku. Lalu Joni segera berdiri dan meletakkan rudalnya yang hitam dan panjang itu di depan liang kemaluan isteriku, lalu ditusukkan ke bawah. 5360 Dilihat - Lihat komentar - komentar (0) Gambar telanjang/bugil |




